PADIS SYSTEM
Memuat data...
Sistem sedang mengambil dan memproses data analisis.
PADIS SYSTEM
Sistem sedang mengambil dan memproses data analisis.
Sistem berbasis data raster yang mengintegrasikan hazard, kerentanan, dan exposure untuk menghasilkan estimasi kerugian langsung dan AAL tingkat Kabupaten/Kota di Indonesia.
Hazard
Banjir, Kekeringan, & Multi-hazard
Exposure
Sawah per Kabupaten/Kota
Vulnerability
Kurva Kerentanan
Loss & AAL
Luaran Risiko
Pemodelan PADIS didasari oleh perbandingan antara riwayat tingginya frekuensi bencana (Hazard) dengan wilayah-wilayah yang memiliki tingkat produksi padi terbesar (Exposure).
Memuat dan memproses data CSV...
Dalam PADIS, istilah Projection dan Baseline merujuk pada dua skenario pembentukan raster hazard. Keduanya memiliki format data yang sama, tetapi berbeda pada faktor pembentuk nilai bahayanya.
Skenario
Merepresentasikan kondisi hazard yang dipengaruhi oleh faktor fisik, spasial, dan sosial-ekonomi wilayah. Faktor ini dapat dikaitkan dengan pendekatan sosial-ekonomi seperti SSP, misalnya perubahan penggunaan lahan, aktivitas manusia, sistem irigasi, ketersediaan air, dan kondisi infrastruktur wilayah.
Skenario
Merepresentasikan kondisi hazard yang dipengaruhi oleh faktor iklim. Faktor ini dapat dikaitkan dengan pendekatan skenario iklim seperti RCP, misalnya perubahan pola curah hujan, hujan ekstrem, suhu, evapotranspirasi, dan kecenderungan kekeringan.
Format Raster Hazard (Kedua Skenario)
Kedua skenario diproses melalui alur perhitungan risiko yang sama: ekstraksi nilai hazard, penerapan kurva kerentanan, estimasi kerugian langsung, dan agregasi ke Annual Average Loss (AAL) tingkat kabupaten/kota.
Kurva kerentanan merepresentasikan hubungan antara indeks bencana dan tingkat kehilangan produktivitas padi (loss of productivity) pada masing-masing hazard.
Formulasi Kerentanan
Kurva ini menunjukkan hubungan antara ketinggian genangan banjir dan kehilangan produktivitas padi (loss of productivity). Formulasi yang digunakan mengacu pada Hendrawan & Komori (2021) untuk merepresentasikan respons kerentanan banjir pada analisis PADIS.
Persamaan Loss of Productivity
y = 0.52 + 0.29 ln(x)
Pada formulasi ini, y merepresentasikan nilai loss of productivity, sedangkan x merepresentasikan ketinggian genangan banjir maksimum (meter).
Formulasi Kerentanan
Kurva ini menunjukkan hubungan antara intensitas kekeringan dan kehilangan produktivitas padi (loss of productivity). Formulasi yang digunakan mengacu pada adaptasi kurva kerentanan kekeringan dari Guo dkk. (2021) untuk analisis PADIS.
Persamaan Loss of Productivity
y = −0.8381x³ + 0.8967x² + 0.9064x − 0.0106
Pada formulasi ini, y merepresentasikan nilai loss of productivity, sedangkan x merepresentasikan indeks kekeringan yang telah dinormalisasi.
Sumber Data
Katalog sumber data utama beserta parameter teknis yang digunakan sebagai input pemodelan risiko.
Digunakan sebagai referensi spasial dasar untuk spatial join dan agregasi estimasi kerugian langsung & AAL hingga ke tingkat kabupaten/kota.
Layer spasial yang merepresentasikan penutupan lahan area persawahan. Digunakan untuk proses masking dan ekstraksi nilai hazard yang tumpang tindih (overlay).
Layer raster hasil simulasi hidrodinamika 2D yang berisi nilai ketinggian genangan (inundation depth) dalam satuan meter untuk diintegrasikan dengan kurva kerentanan.
Layer raster nilai Standardized Precipitation Index yang merepresentasikan tingkat defisit curah hujan ekstrem berdasarkan observasi satelit dan proyeksi Multi-Model Ensemble.
LANGKAH BERIKUTNYA
Gunakan dashboard PADIS untuk melihat estimasi kerugian, membandingkan skenario, dan mengidentifikasi wilayah prioritas secara spasial.